Tuesday, May 5, 2009

“GADIS PERAWAN DI SARANG JABALAN”

Teater Gaung berkerjasama dengan lembaga budaya Komunitas Batanghari Sembilan (Kobar 9), Orkes Rejung Pesirah dan didukung penuh oleh Bank Sumsel, akan menggaungkan pementasan teater “Gadis Perawan di Sarang Jabalan (GPSJ)” selama tiga hari berturut-turut pada 29-31 Mei 2009, di Auditorium RRI Palembang. Rencananya, pementasan yang disutradarai oleh Amir Hamzah Arga ini, akan dihadiri oleh Nano Riantiarno, pimpinan Teater Koma, Jakarta. Sebelumnya, GPSJ dipentaskan di Pusat Bahasa Jakarta, dalam rangka Bulan Bahasa 2008, di Aula Gedung Samudra, 22-24 Oktober 2008 dan dihadiri oleh 500 siswa di Jakarta.
GPSJ adalah sebuah naskah yang diadaptasi oleh Vebri Al Lintani dari Novel berjudul “Anak Perawan di Sarang Penyamun” karya: Sutan Takdir Alisjahbana (STA), yang ditulis tahun 1930-an. Novel yang romatik, bernuansa perjuangan dan cinta ini menceritakan seorang perawan yang diculik oleh segerombolan jabalan, ke dalam hutan rimba di lembah Lematang. Ketika ini Sayu (sang gadis), berserta keluarganya sedang istirahat dari perjalanan pulang dari Palembang menuju Pagaralam, di liku Endikat, daerah Lematang. Dalam insiden penculikan ini, ayah dan beberapa pengawal tewas dibunuh oleh gerombolan jabalan yang diketuai oleh Medasing. Menurut sebagian orang kisah ini benar-benar terjadi atau kisah nyata.
Novel yang pernah difimkan oleh PERFINI, dengan Sutradara Usmar Ismail ini, dalam pementasan kali ini akan menampilkan unsur-unsur kesenian lokal Besemah sebagai latar belakang budaya yang melingkupi cerita ini, terutama sastra tutur Guritan, Rejung dan Tadut. Selain itu, novel ini merupakan novel yang populer pada masanya dan termasuk novel yang terbaik diantara novel-novel terbaik karya STA. Novel ini patut dikenal oleh generasi saat ini. Pesan-pesan moral tentang ketabahan, kesabaran, kesetiaan dan perjuangan merupakan kekuatan cerita novel STA ini. Kondisi inilah yang menarik teater gaung untuk mengangkat novel ini ke dalam panggung teater.
Bagi yang berminat ingin menyaksikan pergelaran ini kami mempersilahkan menghubungi contak person : Kiki 0813-77892469, Sorayati, 0813-67631380, Happy Hayo 0897-9010457, dan Efvhan Fajrullah 0813-67604454, atau datang di Dewan Kesenian Palembang, Jl Sultan Mahmud Badaruddin II, BKB, telp.0711-356898. Ada pun harga tiket yang ditawarkan ada tiga kategori, yakni Vip : Rp. 50.000,- Umum: Rp. 20.000,-, dan Pelajar/mahasiwa/seniman : Rp. 10.000,-. Selain itu, bagi yang beruntung akan mendapatkan door prize dari Bank Sumsel dalam undian yang akan diadakan setiap kali pertunjukan digelar.
Apabila pementasan ini dapat terlaksana, maka sejak 18 tahun terakhir ini, dapat dikatakan hanya teater gaunglah yang kembali menggelar teater secara mandiri dan tidak dalam rangka kegiatan tertentu. Di Palembang, terakhir kali yang melakukan pentas teater secara komersial dengan menjual tiket adalah teater Potlot yang mementaskan Wong-wong karya Anwar Putra Bayu Tahun 1991. Tetapi dalam kurun waktu 1981-2009 ini, tercatat ada dua kali pementasan teater oleh kelompok teater Satu Merah Panggung, pimpinan Ratna Sarumpaet, dari Jakarta (bukan teater lokal) yang bekerjasama dengan Dewan Kesenian Sumatra Selatan. Selebihnya, adalah teater lokal yang berpentas dalam rangka apresiasi, kampanye, festival dan pentas-pentas studi oleh teater mahasiswa dan pelajar***

No comments:

Post a Comment